Sabtu, 25 Desember 2010

cerita anak saleh


KISAH LIMA PERKARA ANEH

Kisah ini menceritakan tentang seorang nabi yang menerima wahyu. Nah perlu diketahui bahwa seorang nabi menerima wahyu untuk dirinya sendiri, sebab nabi itu belum tentu Rasul. Berbeda dengan Rasul apabila menerima wahyu wajib menyampaikannya kepada umatnya, seorang Rasul beliau juga pasti seorang nabi pula. Jumlah nabi banyak tetapi jumlah Rasul hanya dua puluh lima saja. Kisah nabi ini dikisahkan oleh seorang ahli fiqih yang telah mendalami ajaran agama Islam pada zaman sahabat Rasul. Adapun kisah yang dapat kita ambil hikmahnya dalam kehidupan kita adalah sebagai berikut:

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.

Diceritakan ada salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat. Dalam perjalanan itu ada yang engkau harus perbuat yaitu: ”apa yang engkau lihat (hadapi) maka pertama: makanlah;  kedua: engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."

Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar sepotong roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan petunjuk mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya.Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku." Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku." Nabi itu teringatkan pesanan petunjuk dalam mimpinya yang keempat, ia itu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.

Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalanannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan dengan  bau yang menyengat hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya.

Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah  melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini."

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa:
Pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menerima serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri membutuhkan.
Kelima bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa selalu berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengatakan dan menggunjing kejelekan orang, memang menjadi tabiat dan sifat seseorang itu suka membicakarakan hal orang lain.

Haruslah kita ingat bahwa membicarakan atau menggunjing hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang menggunjing tentang dirimu."
Dengan ini haruslah kita sadar bahawa walaupun apa yang kita gunjungkan itu memang benar, tetapi menggunjing itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, hendaklah kita jangan mengatakan atau menggunjing  hal orang walaupun ia benar.

Dari cerita tersebut pelajaran yang dapat kita ambil adalah :
  1. Kelima nasehat dalam cerita diatas hendaknya selalu kita ingat dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari
  2. Kelima nasehat tersebut adalah:
    1. Hendaknya menjadi orang yang sabar, karena orang yang sabar akan mendapatkan hasil yang manis.
    2. Kita tidak perlu menunjukkan kebaikan kita, sebab setiap kebaikan tanpa diberitahukan semua orang pasti akan mengetahui nantinya.
    3. Jangan pernah berkhianat apabila kita menerima amanah.
    4. Biasakan untuk senang bersedekah kepada orang yang lebih membutuhkan, meskipun sebenarnya kita juga butuh pula.
    5. Alloh tidak mengijinkan kita menggunjing atau membicarakan orang lain, baik itu hal benar atau tidak, yang jelek apalagi yang buruk. Kebiasaan membicarakan kejelekan orang lain akan menghapuskan pahala kebaikan kita sendiri.

Nah masih banyak lagi hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas. Mudah-mudahan kita selalu dilindungi Allah SWT. dari hal-hal dapat merugikan diri sendiri amiin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar